Terapis
Karinka Ngabito, M.Psi.
- Sebagai Certified Therapeutic Expressive Arts Facilitator (PCCP Asia), saya memfasilitasi pendekatan berbasis seni ekspresif sebagai media terapeutik untuk membantu proses pemulihan diri. Dengan latar belakang di bidang Komunikasi (S1) dan Psikologi (S2), serta pengalaman lebih dari 21 tahun di industri kreatif, saya mendirikan Merakit Diri Grief Center Indonesia dan mengabdikan diri untuk mendampingi individu yang menghadapi duka, kehilangan, perpisahan atau transisi hidup lainnya.
- Melalui program fasilitasi terapi seni ekspresif (non-klinis), saya membantu individu mengelola reaksi duka melalui coretan, cerita, dan gerakan. Pendekatan ini dirancang untuk mendukung proses pemulihan dengan cara yang menenangkan, menyenangkan dan bermakna.
- Saya percaya bahwa setiap individu memiliki kapasitas untuk merakit kembali dirinya setelah kehilangan. Dengan pendekatan seni ekspresif, saya berkomitmen menciptakan ruang aman bagi mereka yang menghadapi duka dan kehilangan agar dapat menemukan ketenangan, makna dan harapan.
- Selain menjalankan peran sebagai fasilitator, saya juga aktif sebagai grief advocate untuk mempromosikan edukasi tentang duka dan kehilangan agar individu dapat memahami serta mengelola duka dengan lebih sehat, serta memiliki akses terhadap sumber daya yang mendukung mereka dalam membangun kembali kehidupan dengan penuh kesadaran dan ketangguhan.
S1 Komunikasi, Inholland Hogeschool
Magister Psikologi Sains, Unika Atma Jaya
Art Therapy Workshop, Vajra Cipta Nirvana
Professional Certification Expressive Arts Therapy Facilitation
"Grief is in two parts. The first is loss. The second is the remaking of life."
— Anne Roiphe
Service Area
Temukan ruang aman untuk mengekspresikan dan memulihkan diri melalui terapi seni ekspresif (non-klinis). Berikut adalah beberapa area utama yang bisa Anda eksplorasi dalam sesi ini:
-
Duka & Kehilangan
Mendampingi individu dalam menghadapi duka akibat kehilangan orang tercinta, kehilangan jati diri, minat, harapan atau perubahan besar dalam hidup. -
Perpisahan & Transisi Hidup
Membantu individu mengelola emosi yang muncul akibat perpisahan, perceraian, kehilangan hubungan atau perubahan besar dalam kehidupan pribadi dan profesional. -
Pemberdayaan Diri
Menyediakan ruang refleksi bagi individu untuk mengenali kekuatan diri, membangun ketahanan emosional, serta menemukan makna setelah kehilangan atau perubahan hidup. Fokusnya dapat mencakup self-awareness, self-growth, self-compassion dan pemahaman diri agar individu dapat tumbuh secara sehat dan positif. -
Keluarga & Orang Tua Tunggal
Memberikan dukungan emosional bagi keluarga, khususnya orang tua tunggal, dalam menghadapi tantangan hidup serta menyesuaikan diri setelah kehilangan atau perubahan besar. -
Remaja, Dewasa, dan Lansia
Menyediakan dukungan yang disesuaikan dengan kebutuhan di setiap tahapan kehidupan, dari remaja hingga lansia, untuk membantu refleksi dan pemulihan diri setelah mengalami duka atau kehilangan.
Services
-
Konsultasi
Sesi konsultasi bertujuan untuk membantu individu memahami perasaan mereka terkait duka dan masa transisi setelah kehilangan. Fokus utama sesi ini adalah memberikan wawasan awal tentang proses berduka, mengeksplorasi tantangan emosional, serta menyusun rencana pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan individu. -
Fasilitasi Seni Ekspresif Terapeutik
Sesi ini membantu individu mengekspresikan dan mengelola perasaan mereka melalui berbagai latihan seni ekspresif. Fasilitasi dapat dilakukan secara individu maupun kelompok, dengan pendekatan yang menenangkan, menyenangkan dan bermakna. -
Konseling Refleksi Diri
Sesi pendampingan yang membimbing individu dalam refleksi diri melalui proses kreatif. Fasilitator tidak menganalisis atau menafsirkan karya, tetapi membantu individu memahami diri, mengeksplorasi emosi, pola pikir dan makna personal yang muncul. Dengan demikian, sesi ini menciptakan ruang aman untuk berekspresi tanpa tekanan atau penilaian, serta berfokus pada membangun ketahanan emosional setelah duka dan kehilangan.
Client Testimony
FAQ
Therapeutic Expressive Arts adalah pendekatan yang menggunakan berbagai bentuk seni, seperti menggambar, menulis, corat-coret, membuat kolase kertas, dll., sebagai sarana untuk mengekspresikan perasaan, memahami diri dan mengolah emosi. Sesi ini bukan terapi seni klinis, tetapi lebih kepada proses eksplorasi diri yang reflektif tanpa penilaian dan penghakiman.
Tidak sama sekali! Sesi ini bukan tentang hasil akhir karya atau seberapa “bagus” Anda menggambar atau menulis. Sesi ini juga berbeda dengan kelas art & craft yang biasanya lebih fokus pada hasil akhir karya. Fokus sesi ini adalah pada proses, bukan pada estetika. Tidak ada penilaian atau interpretasi terhadap karya Anda, yang penting adalah bagaimana proses kreatif tersebut membantu Anda mengenali dan memahami perasaan sendiri setelah duka dan kehilangan.
Seni ekspresif dapat membantu mengungkap perasaan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Melalui proses kreatif, Anda bisa menemukan cara baru untuk mengurai rasa dan pikiran serta merespons emosi yang muncul akibat kehilangan, perpisahan atau perubahan besar lainnnya dalam hidup.
Tidak. Sesi therapeutic expressive arts bukan terapi psikologis atau pengganti konseling klinis. Sesi ini adalah bentuk pendampingan berbasis seni ekspresif yang mendukung refleksi diri dan pemulihan emosional, namun tidak melakukan diagnosis.
Sesi bisa dilakukan secara individu, dalam kelompok kecil atau untuk perusahaan dan komunitas. Sesi individu memberikan ruang yang lebih personal untuk eksplorasi diri, sementara sesi kelompok menawarkan pengalaman berbagi serta dukungan dari komunitas dengan pengalaman serupa. Untuk perusahaan atau organisasi, sesi ini dapat membantu individu dalam mengelola stres, meningkatkan kesejahteraan emosional, serta mendukung perkembangan pribadi dan profesional agar lebih seimbang, fokus dan produktif dalam bekerja.
Member of Organizations

